June 27, 2022

metrodcphotography.com

Dunia metropolitan yang punya sejuta cerita

Prednisone: Penggunaan, Dosis, dan Efek Samping

Prednisone

Prednisone merupakan obat yang kerap diberikan ke penderita gangguan kesehatan dengan kadar kortikosteroid rendah di dalam tubuh. Obat yang satu ini bekerja dengan cara menekan respon imun tubuh guna mengurangi peradangan.

Penggunaan Prednisone

Obat ini termasuk obat-obatan kortikosteroid, yang bisa dikonsumsi sendiri maupun dibarengi obat lain. Obat ini bisa mengatasi beragam jenis penyakit:

  1. Gejala jenis kanker tertentu
  2. Penyakit yang mempengaruhi kinerja usus, lambung, tiroid, ginjal, darah, mata, kulit, dan paru-paru.
  3. Penyakit lupus
  4. Multiple sclerosis
  5. Reaksi alergi parah

Tentu saja, penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Baca juga label kemasan sebelum konsumsi.

Dosis Obat Prednisone

Dosis penggunaannya bervariasi. Biasanya digunakan sebanyak 5 mg (obat oral) & 60 mg (obat cair). Dokter bisa saja memberikan dosis berbeda. Untuk anak-anak, dosisnya lebih rendah dibanding orang dewasa. Dokter juga bisa saja meningkatkan dosis obat ini kalau penyakit bertambah parah.

Bagaimana Kalau Melewatkan Jam Konsumsi Obat?

Kalau jadwal konsumsi lewat, segeralah minum setelah ingat. Tapi kalau terlupa sampai hari berikutnya, dosis hari sebelumnya bisa dilewati. Mengkonsumsi dosis ganda tidak diperbolehkan.

Perhatian Sebelum Mengkonsumsi Prednisone

Obat ini tidak boleh dikonsumsi penderita alergi & infeksi jamur. Ini adalah obat steroid yang bisa melemahkan imun tubuh seseorang sehingga rentan kena infeksi.

Untuk memastikan aman mengkonsumsi obat ini, pastikan memberitahu dokter jika kalian mengalami kondisi berikut:

  • Depresi
  • Gangguan otot
  • Tukak lambung
  • Penyakit mata
  • osteoporosis
  • TBC
  • Riwayat penyakit malaria
  • Diabetes
  • Gangguan tiroid
  • Rendahnya kadar kalium dalam darah
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Gangguan pencernaan

Untuk jangka panjang, prednisone bisa memicu osteoporosis, terutama pada perokok berat, pemilik riwayat osteoporosis, orang yang tak mendapatkan cukup asupan vit D, dan orang yang jarang/tidak pernah olahraga.

Kalau dikonsnsumsi ibu hamil pada tri-semester I bisa memicu berat badan lahir rendah maupun cacat lahir. Obat ini juga berbahaya untuk ibu menyusui karena bisa masuk ke ASI.

Efek Samping Prednisone

Obat ini bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti pembengkakan pada wajah, lengan, tungkai, atau tangan, penambahan berat badan, perubahan nafsu makan, pusing, kelelahan, jerawat, memperlambat penyembuhan luka & memar, perubahan suasana hati, dan sakit kepala

Efek samping dari obat-obatan ini memang beragam, tergantung kondisi kesehatan yang dialami serta daya tahan tubuh orang yang mengkonsumsinya. Namun, beberapa efek samping di atas bisa dicegah dengan beberapa upaya. Yang pasti, konsumsi obat ini sesuai dengan anjuran serta di bawah pengawasan dokter. Jika dikonsumsi sembarangan, obat ini bisa berakibat fatal. Sebelum mengkonsumsi, pastika juga untuk membaca label kemasan terlebih dahulu agar dosisnya tepat dan bisa bekerja dengan baik & aman.